BIOSINTESIS ALKALOID PDF

They contain one or more nitrogen atoms, typically as primary, secondary, or tertiary amines, and this usually confers basicity on the alkaloid, facilitating isolation. Biosíntesis de alcaloides bencilisoquinolínicos. Benzylisoquinoline alkaloid biosynthesis. Biossíntese de alcalóides benzilisoquinolinas. Media in category “Alkaloid biosyntheses”. The following 80 files BIOSINTESIS DE × ; 50 KB. BIOSINTESIS DE LA.

Author: Goltishura Zolojind
Country: South Africa
Language: English (Spanish)
Genre: Travel
Published (Last): 17 November 2012
Pages: 307
PDF File Size: 18.29 Mb
ePub File Size: 2.15 Mb
ISBN: 529-8-19590-254-1
Downloads: 68154
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Malalkree

Alkaloid Pyrrolizidine Download Report. Published on Oct View 78 Download 5. Hampir seluruh alkaloid berasal dari tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan.

Secara organoleptik, daun-daunan yang berasa sepat dan pahit, biasanya teridentifikasi mengandung alkaloid. Selain daun-daunan, senyawa alkaloid dapat ditemukan pada akar, biji, ranting, dan kulit kayu. Alkaloid secara umum mengandung paling sedikit satu buah atom nitrogen yang bersifat basa dan merupakan bagian dari cincin heterosiklik.

Alkaloid berbentuk padatan Kristal, amorf atau cairan. Dari segi biogenetik, alkaloid diketahui berasal dari sejumlah kecil asam amino yaitu ornitin dan lisin yang menurunkan alkaloid alisiklik, fenilalanin dan tirosin yang menurunkan alkaloid jenis isokuinolin, dan triftopan yang menurunkan alkaloid indol. Penelitian di bidang kimia alkaloid tiap tahun selalu berkembang pesat. Indonesia dengan kekayaan alamnya yang melimpah, merupakan gudang bagi tersedianya senyawa-senyawa alkaloid yang berkhasiat, yang siap untuk dieksplorasi dan dieksploitasi oleh para ilmuwan.

Dalam usaha mengeksplorasi dan memanfaatkan senyawa alkaloid ini, perlu ditopang oleh paling tidak oleh tiga pihak yang berkerjasama yaitu pemerintah, dunia industri, dan para ilmuwan. Untuk itu perlu adanya kesamaan persepsi bahwa penelitian adalah investasi.

Dengan kesamaan persepsi ini, diharapkan penelitian para ilmuwan tidak mentok pada tahap publikasi ilmiah saja tetapi sampai pada paten dan aplikasi langsung bagi masyarakat.

Alkaloid merupakan senyawa yang mengandung atom nitrogen yang tersebar secara terbatas pada tumbuhan. Alkaloid kebanyakan ditemukan pada Angiospermae dan jarang pada Gymnospermae dan Cryptogamae.

Senyawa ini cukup banyak jenisnya dan terkadang memiliki struktur kimia yang sangat berbeda satu sama lain, meskipun berada dalam satu kelompok. Alkaloid biasanya beracun, jadi banyak digunakan dalam bidang pengobatan. Alkaloid biasanya tanwarna, sering kali bersifat optis aktif, kebanyakan berbentuk kristal tapi hanya sedikit yang berupa cairan pada suhu kamarPada umumnya, alkaloid tidak sering terdapat dalam gymospermae, paku-pakuan, lumut dan tumbuhan rendah.

Kebanyakan alkaloid berbentuk padatan kristal dengan titik lebur tertentu atau mempunyai kisaran dekomposisi. Alkaloid dapat juga berbentuk amorf atau cairan. Dewasa ini telah ribuan senyawa alkaloid yang ditemukan dan dengan berbagai variasi struktur yang unik, mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling sulit. Dari segi biogenetik, alkaloid diketahui berasal dari sejumlah kecil asam amino yaituornitin dan lisinyang menurunkan alkaloid alisiklik,fenilalanin dan tirosinyang menurunkan alkaloid jenis isokuinolin, dantriftopanyang menurunkan alkaloid indol.

Reaksi utama yang mendasari biosintesis senyawa alkaloid adalah reaksi mannich antara suatu aldehida dan suatu amina primer dan sekunder, dan suatu senyawa enol atau fenol. Biosintesis alkaloid juga melibatkan reaksi rangkap oksidatif fenol dan metilasi. Jalur poliketida dan jalur mevalonat juga ditemukan dalam biosintesis alkaloid.

Sifat-Sifat AlkaloidBeberapa sifat dari alkaloid yaitu: Mengandung atom nitrogen yang umumnya berasal dari asam amino dan golonganheterogen. Umumnya berupa Kristal atau serbuk amorf. Alkaloid yang berbentuk cair yaitu konini, nikotin dan spartein. Dalam tumbuhan berada dalam bentuk bebas, dalam bentuk N-oksida atau dalam bentuk garamnya.

  FUJI FINEPIX S5500 MANUAL PDF

Umumnya mempunyai rasa yang pahit. Alkaloid dalam bentuk bebas tidak larut dalam air, tetapi larut dalam kloroform, eter dan pelarut organik lainnya yang bersifat relative nonpolar. Alkaloid dalam bentuk garamnya mudah larut dalam air. Alkaloid bebas bersifat basa karena adanya pasangan elektron bebas pada atom N-nya.

Sifat-Sifat FisikaUmumnya mempunyai 1 atom N meskipun ada beberapa yang memiliki lebih dari 1 atom N seperti pada Ergotamin yang memiliki 5 atom N. Atom N ini dapat berupa amin primer, sekunder maupun tertier yang semuanya bersifat basa tingkat kebasaannya tergantung dari struktur molekul dan gugus fungsionalnya Kebanyakan alkaloid yang telah diisolasi berupa padatan kristal tidak larut dengan titik lebur yang tertentu atau mempunyai kisaran dekomposisi.

Sedikit alkaloid yang berbentuk amorf dan beberapa seperti; nikotin dan koniin berupa cairan. Kebanyakan alkaloid tidak berwarna, tetapi beberapa senyawa yang kompleks, species aromatik berwarna contoh berberin berwarna kuning dan betanin berwarna merah.

Pada umumnya, basa bebas alkaloid hanya larut dalam pelarut organik, meskipun beberapa pseudoalkalod dan protoalkaloid larut dalam air.

Garam alkaloid dan alkaloid quartener sangat larut dalam air. Sifat-Sifat KimiaKebanyakan alkaloid bersifat basa. Sifat tersebut tergantung pada adanya pasangan elektron pada nitrogen.

Jika gugus fungsional yang berdekatan dengan nitrogen bersifat melepaskan elektron, sebagai contoh; gugus alkil, maka ketersediaan elektron pada nitrogen naik dan senyawa lebih bersifat basa. Hingga trietilamin lebih basa daripada dietilamin dan senyawa dietilamin lebih basa daripada etilamin. Sebaliknya, bila gugus fungsional yang berdekatan bersifat menarik elektron contoh; gugus karbonilmaka ketersediaan pasangan elektron berkurang dan pengaruh yang ditimbulkan alkaloid dapat bersifat netral atau bahkan sedikit asam.

Contoh ; senyawa yang mengandung gugus amida. Kebasaan alkaloid menyebabkan senyawa tersebut sangat mudah mengalami dekomposisi, terutama oleh panas dan sinar dengan adanya oksigen.

Hasil dari reaksi ini sering berupa N-oksida.

Dekomposisi alkaloid selama atau setelah isolasi dapat menimbulkan berbagai persoalan jika penyimpanan berlangsung dalam waktu yang lama. Pembentukan garam dengan senyawa organik tartarat, sitrat atau anorganik asam hidroklorida atau sulfat sering mencegah dekomposisi.

Penggolongan AlkaloidAlkaloida tidak mempunyai tatanan sistematik, oleh karena itu, suatu alkaloida dinyatakan dengan nama trivial, misalnya kuinin, morfin dan strikhnin.

Hampir semua nama trivial ini berakhiran in yang mencirikan alkaloida. Klasifikasi alkaloida dapat dilakukan berdasarkan beberapa cara, yaitu: Berdasarkan jenis cincin heterosiklik nitrogen yang merupakan bagian dari struktur molekul.

Berdasarkan hal tersebut, maka alkaloida dapat dibedakan atas beberapa jenis sperti alkaloida pirolidin, alkaloida piperidin, alkaloida isokuinolin, alkaloida kuinolin, dan alkaloida indol. Berdasarkan jenis tumbuhan darimana alkaloida ditemukan. Cara ini digunakan untuk menyatakan jenis alkaloida yang pertama-tama ditemukan pada suatu jenis tumbuhan.

Berdasarkan cara ini, alkaloida dapat dibedakan atas beberapa jenis yaitu aklakoida tembakau, alkaloida amaryllidaceae, alkaloida erythrine dan sebagainya. Cara ini mempunyai kelemahan, yaitu: Cara ini sangat berguna untuk menjelaskan hubungan antara berbagai alkaloida yang diklasifikasikan berdasarkan berbagai jenis cincin heterosiklik.

Dari biosintesa alkaloida, menunjukkan bahwa alkaloida berasal hanya dari beberapa asam amino tertentu saja. Berdasarkan hal tersebut, maka alkaloida dapat dibedakan atas tiga jenis utama, yaitu: Alkaloida alisiklik yang berasal dari asam-asam amino ornitin dan lisin. Alkaloida aromatik jenis fenilalanin yang berasal dari fenilalanin, tirosin dan 3,4-dihidrofenilalanin. Alkaloida aromatik jenis indol yang berasal dari triptofan. Sistem klasifikasi berdasarkan Hegnauer yang paling banyak diterima, dimana alkaloida dikelompokkan atas: Alkaloida sesungguhnyaAlkaloida ini merupakan racun, senyawa tersebut menunjukkan aktivitas fisiologis yang luas, hamper tanpa terkecuali bersifat basa, umumnya mengandung nitrogen dalam cincin heterosiklik, diturunkan dari asam amino, biasanya terdapat dalam tanaman sebagai garam asam organik.

  4E DX26D PDF

Beberapa pengecualian terhadap aturan tersebut adalah kolkhisin dan asam aristolokhat yang bersifat bukan basa dan tidak memiliki cincin heterosiklik dan alkaloida quartener yang bersifat agak asam daripada bersifat basa. ProtoalkaloidaProtoalkaloida merupakan amin yang biiosintesis sederhana dimana nitrogen asam amino tidak terdapat dalam cincin heterosiklik. Protoalkaloida diperoleh berdasarkan biosintesa dari asam amino yang bersifat basa. Pengertian amin biologis sering digunakan untuk kelompok ini.

PseudoalkaloidaPseudoalkaloida tidak diturunkan dari prekusor alkaloud amino. Senyawa ini biasanya bersifat basa.

Alkaloid Pyrrolizidine

Ada dua seri alkaloida yang penting dalam kelompok ini yaitu steroidal dan purin. Hingga kini belum ada pendefinisian tunggal dan penggolongan yang jelas dari alkaloid. Dalam bukunya, Matsjeh menerangkan beberapa klasifikasi alkaloid, diantaranya yaitu alkalodi lokasi atom nitrogen di dalam struktur alkaloid dan berdasarkan asal aokaloid kejadiannya biosintesis dan hubungannya dengan asam amino. Berdasarkan lokasi atom nitrogen di alkaloiid struktur alkaloid, alkaloid dapat dibagi atas 5 golongan: Alkaloid heterosiklis, merupakan alkaloid dengan atom nitrogennya terdapat dalam cincin heterosiklis.

Alkaloid heterosiklis alkaloie menjadi: Alkaloid pirolidin Alkaloid indol Alkaloid piperidin Alkaloid piridin Alkaloid tropan dan basa yang berhubungan Alkaloid histamin, imidazol dan guanidine Alkaloid isokuinolin Alkaloid kuinolin Alkaloid akridin Alkaloid kuinazolin Alkaloid pirolizidin Alkaloid dengan nitrogen eksosiklis dan amina alifatis2. Alkaloid dengan nitrogen aksosiklis dan amina alifatis Eritrofleum Fenilalkilamina Kapsaisin Alkaloid dari jenis kolkina3. Alkaloid putressina, spermidina, dan spermina4.

Alkaloid terpena dan steroidBerdasarkan BiosintesisPengelompokan alkaloid berdasarkan biosintesis didasarkan oleh typeprekursor atau senyawa pembangun yang digunaan tumbuh-tumbuhan untukmensintesis struktur kompleks. Contoh Morphine, Papaverine, nicotine, tubocurarin dan calchicins dalam penilalanin dan basa tirosinBerdasarkan atom nitrogennya, alkaloid dibedakan atas: Alkaloid dengan atom nitrogen heterosiklikDimana atom nitrogen terletak pada cincin karbonnya.

Yang termasuk pada golongan ini adalah: Alkaloid Piridin-PiperidinMempunyai satu cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Yang termasukdalam kelas ini adalah: Conium maculatum dari famili Apiaceae dan Nicotianatabacum dari famili Solanaceae.

Alkaloid ini dapat mempengaruhi sistem saraf pusat termasuk yang ada pada otak maupun sun-sum tulang belakang. Yang termasuk dalam kelas ini adalah Atropa belladona yang digunakan sebagai tetes mata untuk melebarkan pupil mata, berasal dari famili Solanaceae, Hyoscyamus niger, Dubuisia hopwoodii, Datura dan Brugmansia spp, Mandragora officinarum, Alkaloid Kokain dari Erythroxylum coca Famili Erythroxylaceae 3.

Yang termasuk disini adalah ; Cinchona ledgeriana dari famili Rubiaceae, alkaloid quinin yang toxic terhadap Plasmodium vivax4.

Biosintesis dan biogenesis turunan alkaloid – Chilwan Pandji – Google Books

Alkaloid IsoquinolinMempunyai 2 cincin karbon mengandung 1 atom nitrogen. Banyak ditemukan pada famili Fabaceae termasuk Lupines Lupinus sppSpartium junceum, Cytisus scoparius dan Sophora secondiflora5.

Alkaloid IndolMempunyai 2 cincin karbon dengan 1 cincin indol. Ditemukan pada alkaloid ergine dan psilocybin, alkaloid reserpin dari Rauvolfia serpentine, alkaloid vinblastin dan vinkristin dari Catharanthus roseus famili Apocynaceae yang sangat efektif pada boosintesis kemoterapy untuk penyakit Leukimia dan Hodgkins.

Alkaloid ImidazolBerupa cincin karbon mengandung 2 atom nitrogen. Alkaloid ini ditemukan pada famili Rutaceae. Alkaloid LupinanMempunyai 2 cincin karbon dengan 1 atom N, alkaloid ini ditemukan pada Lunpinus luteus fam: